Apa Itu USG Fetomaternal? Panduan Lengkap untuk Ibu Hamil
Pengertian USG Fetomaternal
USG fetomaternal merupakan pemeriksaan ultrasonografi tingkat lanjut yang dilakukan oleh dokter spesialis obstetri-ginekologi sub-spesialisasi fetomaternal (Sp.OG-KFM). Berbeda dengan USG kehamilan biasa, pemeriksaan ini menggunakan perangkat resolusi tinggi dan protokol yang lebih komprehensif.
Pemeriksaan ini mampu mendeteksi kelainan struktural janin, menilai pertumbuhan dan kesejahteraan janin, serta mengidentifikasi komplikasi kehamilan sejak dini.
Kapan USG Fetomaternal Dianjurkan?
- Usia kehamilan 11–14 minggu (USG trimester pertama / skrining aneuplodi)
- Usia kehamilan 18–22 minggu (USG anatomi / morfologi janin)
- Kehamilan dengan riwayat kelainan kromosom
- Kehamilan kembar (twin)
- Ibu dengan penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi, atau lupus
- Janin dengan pertumbuhan yang tidak normal
Apa yang Diperiksa?
Dalam satu sesi USG fetomaternal, dokter akan memeriksa:
- Anatomi lengkap janin — kepala, jantung, paru-paru, ginjal, tulang belakang, dan ekstremitas
- Doppler aliran darah — sirkulasi umbilikal, serebral, dan uterina
- Posisi dan kondisi plasenta
- Volume cairan ketuban (AFI)
- Panjang serviks untuk menilai risiko kelahiran prematur
Persiapan Sebelum USG Fetomaternal
Tidak ada persiapan khusus yang dibutuhkan. Namun, disarankan kandung kemih dalam kondisi cukup terisi (tidak perlu penuh) untuk USG transabdominal. Kenakan pakaian yang nyaman dan mudah dibuka di area perut.
Hasil USG fetomaternal akan dijelaskan langsung oleh dokter spesialis dan disertai lembar laporan tertulis yang dapat dibawa sebagai dokumen medis.